jump to navigation

Beramai Ramai Lapar di Malam Hari 31 Juli 2011

Posted by anhe51 in Lumayan Serius.
Tags: , , ,
add a comment

image

Jika saya berada di 10 tahun yang lalu dan tiba-tiba merasa kelaparan jam 10 malam, kira-kira apa yang bisa saya lakukan?

Pertama mungkin mencari makanan di dapur. Kedua, mencari tukang nasi goreng atau bakso yang masih jualan di malam hari. Ketiga, ke restoran cepat saji terdekat?

Opsi ketiga mungkin tidak akan berhasil, begitu saya sampai di sana karyawan yang sedang bersih-bersih akan mengatakan, “maaf mas, sudah tutup”. Ya iyalah, jam 10 malam 10 tahun yang lalu.

Definisi dari jam operasional restoran cepat saji jaman dahulu adalah jam 10 pagi sampai jam 10 malam. Malah seingat saya, kita tidak akan bisa mendapatkan makanan standar jika sudah di atas jam 9. Nasi sudah dingin, ayam hanya sisa, burger pun sudah malas dibuat, jika dibuat mungkin hanya setengah hati.

Lain dulu lain sekarang, restoran siap saji pun sekarang menganut operasional 24 jam. KFC dan McDonald’s sudah melakukannya. Hasilnya, memuaskan dan restoran penuh.

Sewaktu di Makassar (dahulu dikenal dengan nama “Ujungpandang”) beberapa kali saya ke KFC malam hari jam 11 dan jam 12, restoran tersebut masih (atau memang sedang) ramai-ramainya.

Foto di posting ini adalah foto yang saya ambil di McDonald’s di Gaplek, delat rumah saya. Foto ini diambil jam 10.30 dan percaya atau tidak, sewaktu jam 10 saat sudah mengambil makanan, saya hampir tidak kebagian tempat duduk, itu pun menumpang makan dengan orang lain.

Saya membayangkan, apabila manajer restoran tersebut masih menganut jam operasional yang tradisional maka ia akan kehilangan berpuluh-puluh pesanan dan beberapa puluh juta, dalam satu hari (ya, hitungan hari). Entah berapa opportunity cost yang lepas dalam sebulan.

Siapa Konsumennya?

Di McD tersebut saya melihat banyak didominasi para ABG dan beberapa orang paruh baya yang berkumpul, mungkin mereka sehabis malam mingguan, kegiatan klub atau apalah yang membuat mereka capai di malam hari. Sedikit heran apakah orang tua para ABG tersebut tidak memberlakukan jam malam?

Mereka perlu makanan, tidak usah terlalu berat, minuman sekadarnya dan waktu duduk yang lama. Jelas format menu restoran cepat saji yang lama tidak akan mendukung hal ini. Terlalu mahal, terlalu besar dan kurang banyak pilihan untuk sekedar camilan.

Kursi yang digunakan juga bukan tipe kursi yang nyaman untuk duduk berlama-lama, keras saya rasa sekarang pun juga masih, tetapi kursi-kursi restoran cepat saji saat ini lebih ergonomis.

Piring jelas bukan sebuah pilihan yang praktis di saat ini. Terlalu berat untuk dibawa oleh kosumen, terlalu besar untuk di meja yang kecil dan berisiko untuk pecah.

Saat ini paradigma restoran cepat saji di Indonesia, khususnya di kota besar telah berubah, konsumen bisa datang kapan saja, dan di mana ada konsumen berarti akan ada uang mengalir, termasuk di malam hari.

Anton Hermansyah

Rindu Rumah 30 Juli 2011

Posted by anhe51 in Lumayan Serius.
Tags: ,
add a comment

Tidak terasa saya sudah 2 minggu lebih di Bumi Sulawesi, bertualang mencari data responden (baca: “survei“). Ini petualangan terlama sekaligus terjauh yang pernah saya alami sampai saat ini. Mungkin saya merasa seperti sudah di ambang batas.

Ada sebuah perbedaan niat, misalkan, di sini saya bertemu Adi, teman saya yang oleh BNI ditempatkan di Makassar. Adi memang sudah mempersiapkan diri untuk jangka panjang di sini, niatnya beda. Saya bertugas untuk “membereskan” data di sini secepat mungkin dan membuat laporan ke kantor.

Yah, semoga semuanya akan beres secepatnya.

Anton Hermansyah

Tidak Bisa Tanpa Ijin 7 Juli 2011

Posted by anhe51 in Serius.
Tags: , ,
add a comment

Saat ini, Sulawesi Selatan dan Barat (sebagian maksudnya) sudah enam hari saya jelajahi. Tidak keren seperti orang-orang National Geographic Traveler yang berkunjung ke Tana Toraja mengambil foto-foto eksotis, saya mengambil data orang-orang Sulawesi.

Mungkin suatu saat nanti kesempatan ke Sulawesi tanpa tekanan pekerjaan akan datang.

Entahlah tetapi dalam menjalankan pekerjaan ini, rasanya harus selalu meminta ijin terlebih dahulu, kepada Tuhan juga keluarga. Sebelum saya memulai survei ini, saya shalat terlebih dahulu, kewajiban sebagai muslim. Pernah saya lalai, dan hasilnya kemarin survei tidak berjalan lancar.

Waktu saya SMP, saya saat itu sudah dibelikan motor. Motor pertama saya si legendaris
Jialing Bangau, saat itu saya main meskipun sudah dilarang oleh ibu saya. Saat belum jauh dari rumah, jari jempol saya tersangkut benang layangan, saya terjatuh, karena tanpa helm dan hanya celana pendek, luka saya parah, dan akibatnya tidak bisa main hari itu, dan harus pincang selama seminggu.

Yah percaya atau tidak, Sulawesi mengingatkan saya pada memori SMP saya.


Anton Hermansyah

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.