Peninggalan 7 April 2010
Posted by anhe51 in Lumayan Serius.Tags: Iseng, Keluarga
add a comment
Harimau Mati Meninggalkan Belang
Seringkali saya iri kepada orang-orang teknik sipil atau arsitektur, kenapa? Karena mereka mempunyai peninggalan yang nyata. Keluarga besar saya secara turun temurun bergerak di bidang pembangunan, meski lebih tepatnya minimal salah satu orang dari setiap generasi ada yang menjadi arsitek atau orang sipil
Pernah suatu ketika kami sekeluarga sedang menuju ada di Bandung dan mengambil jalan pintas karena jalan utama macet, di tengah perjalanan kami melewati Politeknik Ciwaruga. Tiba-tiba ayah saya berkata, “Ini dulu yang bangun Mbah Aak!”. Saya memandangi bangunan itu dengan kagum, inilah prasasti modern peninggalan si Mbah dan sejak saat itu pula saya baru tahu kalau dulu si Mbah bekerja di PP (Pembangunan Perumahan), padahal saya dulu sejak kecil mengira pekerjaan si Mbah adalah Dukun
Itu baru si Mbak, ada dua orang Uwak (Paman) saya yang bidangnya adalah pembangunan, satu orang sipil, satu lagi arsitek. Kemudian secara turun temurun (atau tidak sengaja) sepupu saya, Adrie meneruskan jejak keluarga dengan menjadi arsitek.
Kalau saya sebagai orang manajemen, apa yang akan saya tinggalkan? Tidak ada yang spesifik rasanya, orang-orang jurusan Ilmu Ekonomi akan meninggalkan rumus-rumus ekonomi atau kurva-kurva, orang Akuntansi (euh) meninggalkan Pedoman Standar Akuntansi(?). Yah apapun itu semoga nantinya saya bisa memberikan sesuatu dan meninggalkan sesuatu yang akan lama digunakan orang, seperti Porter Five Forces itu hehehe
–
Anton
Bangau Bisa Menjadi Supra Tetapi Vega Tetaplah Vega 27 Februari 2010
Posted by anhe51 in Tidak Serius.Tags: Iseng, Keluarga, Tentang Anton
add a comment
Hari ini saya baru saja membengkelkan Yamaha Vega saya. Banyak yang sudah harus diganti, mulai dari ban, gir, rantai sampai plat kopling. Seperti kata Deddy Mizwar, “Pakai Onderdil Asli”, siap lah, mahal sedikit nggak papa.
Tapi setelah selesai dan saya bawa pulang ke rumah, rasanya…?? Biasa saja kok, paling rantai sudah tidak bunyi, ‘tarikan’ agak sedikit lebih responsif. intinya, “kembali ke normal”. Jelas ini ‘servis’ kalau berubah ya namanya ‘modifikasi’.
Tapi kalau dulu diingat-ingat saat motor pertama saya, Jialing Bangau di ‘servis’ besar tenaga dan performa nya langsung berubah dan jadi lebih baik. Saya cerita tentang ini kepada Ayah saya dan kami berdua tertawa.
Kenapa…??
Karena kalau si ‘Bangau’ harus ganti onderdil, kami berdua selalu ganti dengan onderdil Honda Supra yang notabene beberapa tingkat di atas ‘Bangau’. Intinya si ‘Bangau’ naik kasta menjadi “Jialing Supra” atau “Honda Bangau”
Tetapi ‘Vega’ tetaplah ‘Vega’, wong “pakai onderdil asli” kalau pun berubah ya sekedar balik ke asal bukan naik kasta.
–
Anton Hermansyah
Selebrasi Rossi dan Persaingan TV Berlangganan 25 Oktober 2009
Posted by anhe51 in Lumayan Serius.Tags: Iseng
add a comment
Pertama-tama saya harus mengucapkan selamat pada Valentino Rossi yang berhasil menjadi juara dunia MotoGP 2009. Setelah balapan GP Malaysia di kondisi hujan, beliau berhasil membuat perolehan poinnya tidak terkejar meski tersisa satu seri lagi dengan menjadi juara 3.
Tetapi ada hal yang sedikit mengganggu, karena tradisi selebrasi juara dunia yang biasa dilakukan Rossi dan fans dipotong oleh Trans7 yang bahkan tidak menyiarkan podium kemenangan. Untuk Trans7 saya masih bisa maklum, karena acara lain sudah menunggu akibat siaran yang diperpanjang (balapan ditunda 40 menit), dan selama bertahun-tahun menonton di Trans7 ya memang begitu jadi saya maklum. Padahal seharusnya saya bisa menonton siaran ini di ESPN, tetapi entah mengapa First Media sudah dua bulan ini tidak mempunyai ESPN dan Star Sports dalam daftar salurannya, sehingga saya terpaksa harus menonton di Trans7.
Tampaknya semenjak kasus monopoli hak siar Liga Inggris oleh Astro beberapa tahun yang lalu, tontonan olah raga impor menjadi barang mewah yang tidak bisa dinikmati di TV antena. Meskipun Astro telah dihukum karena hal ini, TV berlangganan lain juga berlomba-lomba untuk memonopoli hak siaran olah raga impor untuk menambah jumlah langganan mereka. Akibatnya semakin sulit untuk menonton sepak bola di TV rumah, dan apabila mempunyai TV berlangganan, siarannya menjadi bolong-bolong. ESPN di First Media (sebelum hilang) pun begitu, apabila ada jadwal siaran Liga Inggris, salurannya diganti oleh saluran lain, biasanya Eurosport. Sehingga yang bisa ditonton relatif bukan favorit masyarakat Indonesia (setidaknya saya
), hanya tersisa Rugby, Baseball, NBA, Golf dan olah raga lainnya yang bukan favorit saya, tetapi saya tidak menyangka akhirnya saluran tersebut dicabut, padahal masih ada siaran MotoGP favorit saya.
Semoga ke depannya persaingan ini dapat diatur dengan lebih baik, karena tidak semudah itu bagi pelanggan untuk mengganti TV berlangganannya. Dan bagi pelanggan akan ada semacam diskriminasi, karena harga berlangganan semua TV hampir sama (rata-rata Rp 50.000 per paket) tetapi yang didapatkan tidak sama karena dia berlangganan TV A bukan TV B yang telah membeli hak siar. Semoga akan menjadi lebih baik.
–
Anton Hermansyah
“Sebel”um Tidur 18 Agustus 2009
Posted by anhe51 in Tidak Serius.Tags: Diari, Iseng, Tentang Anton, Wanita
add a comment

Sebenarnya harus tidur pada saat ini, tetapi karena melihat Syekh Raco yang sedang bersemangat menulis blog, kejadian yang sangat langka dalam dua minggu ini dia sudah menghasilkan dua posting di blog yang berbeda (padahal biasanya sistem satu blog satu posting ^-^) saya pun menjadi tertarik untuk bercerita lagi.
Kenapa kata “SEBEL” ada pada tanda kutip..?? Itu untuk menggambarkan keadaan beberapa minggu ini di dunia sekitar saya, ok mulai dari sebab mengapa saya harus tidur secepat ini. Don Darmadi meminta saya mengantarkannya pagi-pagi untuk meminta tanda tangan penguji di lembar pengesahan, seharusnya hal tersebut bisa dilaksanakan kemarin tetapi karena ulah Mr. Ad*, pak penguji itu pun keburu pulang, yah…saya pun cuma bisa geleng-geleng, karena di awal tahun saya pun pernah punya masalah dengan sifat Mr. Ad*.
MJ, MU dan MS 2 Agustus 2009
Posted by anhe51 in Lumayan Serius.Tags: Iseng
add a comment
Dalam bulan Juli dan dalam waktu yang berdekatan pula ini saya di Indonesia mendapatkan berita-berita dari tiga buah subjek berawalan “M”. Pertama, adalah berita dari “MJ” yaitu Michael Jackson, yang upacara pengantaran jenazahnya dilaksanakan secara besar-besaran di Staples Center, Los Angeles, California pada 7 Juli 2009. Menurut saya itulah klimaks dari kejadian meninggalnya Jackson yang dimulai pada tanggal 25 Juni 2009, saya pun merasakan betapa megah dan hebatnya upacara yang diadakan untuk menghormati seseorang yang berprofesi sebagai penyanyi, bukan seorang jendral yang juga pahlawan nasional, bukan seorang raja atau pun pangeran, dan bukan seorang presiden atau pun perdana menteri. Selamat jalan Michael…
Kedua, adalah berita dari “MU” yaitu Manchester United yang sejatinya akan mengadakan tour ke Indonesia pada tanggal 18 dan 19 Juli, dan disambut dengan euforia yang luar biasa dari pendukung-pendukung nya yang ternyata banyak sekali di Indonesia, juga dengan iklan dari operator Hutchinson Three, terutama iklan yang menampilkan pemain-pemain MU yang belajar Bahasa Indonesia, “Ini Budi, Budi bermain bola”. Sebagai orang yang lebih suka menonton balapan daripada sepak bola, saya sebenarnya tidak terlalu mempedulikan hal ini, tetapi bom yang meledak pada tanggal 17 Juli di Hotel J.W Marriott dan Ritz Charlton yaitu hotel di mana pemain-pemain MU dan Indonesia Selection akan menginap, membuat semua itu harus batal. Pikiran saya pun tertuju pada Kapon yang lima hari sebelum bom bercerita dengan semangat pada saya bahwa dia akan ke Jakarta cuma untuk nonton MU dan langsung kembali lagi ke Jogja. Begitu ada berita di televisi tentang, sekelompok besar pendukung MU dari Jogja yang baru datang kaget dengan berita pembatalan laga, mungkin Kapon ada di antara mereka dan betapa kecewanya dia MU tak jadi datang karena ada bom yang meledak lagi setelah lima tahun. Semoga badai ini cepat berlalu…
Ketiga, adalah berita dari “MS” yaitu Michael Schumacher yang pada tanggal 29 Juli 2009 dikonfirmasikan oleh tim Ferrari sebagai pengganti Felipe Massa yang cedera di GP Formula 1 Hungaria. Mungkin euforia nya tidak sebesar dua berita sebelumnya kecuali bagi orang-orang Jerman, tempat asal Schumi, dan bagi pembalap-pembalap yang belum lama bergabung di F1 seperti Lewis Hamilton yang gembira bisa balapan dengan sang legenda juara dunia tujuh kali. Saya pun menunggu aksi dari MS, dan semoga ini bisa sedikit membangkitkan gairah menonton F1 saya yang hampir memudar karena menurut saya beberapa tahun terakhir ini membosankan. Selamat bertanding kembali Schumi…
–
Anton Hermansyah
Sambil Makan 25 Juli 2009
Posted by anhe51 in Tidak Serius.Tags: Diari, Iseng, Keluarga, Makanan
add a comment
Postingan ini saya buat pada saat saya makan di McDonald’s Gaplek, Pamulang dengan internet gratis di sini, yah sembari menunggu ibu saya yang mesti kerja akhir minggu begini. Sebenarnya kaget juga sih, sewaktu ke sini saya menemukan papan menu nya berganti semua, Big Mac, McChicken tidak ada berganti dengan menu-menu sarapan, McSausage, Bubur, Kopi Panas. Ternyata ini konsep baru dari McDonald (kalau tak salah di bannernya tertulis McCafe), saya baru bisa pesan menu yang “biasanya” di atas jam 11 (saya pesan jam 10).
Saya pesan McChicken Sausage plus Egg, lucu juga sih burger daging ayam plus telur ceplok, tapi burgernya dibalik. Di rumah sih saya sering juga bikin beginian pakai roti, daging burger, telur dan daging asap, cuma saat ini merasakan yang punya McD hehehe. Rasanya? Nggak jelek sih, tetapi mungkin karena ekspektasi saya adalah Big Mac dan kawan-kawan jadinya kurang puas, tetapi tidak mungkin kan tunggu sampai jam 11 cuma untuk pesan menu yang biasanya…keburu pulang deh.
Hanya ini sih yang saya mau tulis hehehe, untuk para penyantap McD, silakan berikan komentar anda soal konsep ini.
Belajar Sebelum Menyukai 6 Juli 2009
Posted by anhe51 in Lumayan Serius.Tags: Iseng, Wanita
1 comment so far
Sebenarnya saya mau memberi judul posting ini dengan “Sebelum Menyukai Sesuatu Belajarlah Bagaimana Cara Menyukainya”, cuma karena terlalu panjang saya singkat menjadi judul yang ada sekarang.
Kenapa bisa terilhami menulis yang seperti ini? Alasan sampingan (Mungkin terdengar aneh saya sebut bukan yang utama terlebih dahulu tapi saya penulisnya, tak apa kan saya maunya begini?) terilhami dari mengingat kejadian saya sewaktu menonton resital gitar, saat itu saya tonton hanya untuk keren-kerenan saja menikmati sesuatu yang berbeda dan pada akhirnya saya tertidur di sana, di luar kata “capek” alasan pertama, saya tidak biasa menyaksikan yang beginian, yang kedua, saya tak mengerti lagu apa yang dimainkan. Saya beranggapan karena tak biasa dan tak mengerti itulah saya tidak bisa maksimal dalam menikmati resital ini dan tertidur, tak seperti orang-orang di barisan depan yang penikmat musik klasik sejati, mata mereka tetap pada panggung dan konsisten memberikan tepuk tangan pada sang gitaris Maud Laforest tanda bahwa mereka memperhatikan dan mengapresiasi.
Lima Syarat Satria Jawa 10 Juni 2009
Posted by anhe51 in Serius.Tags: Iseng, Keluarga, Rumah, Tentang Anton, Wanita
3 comments
Hari selasa kemarin (9/6) sehabis saya pulang dari Bogor, ada notes Facebook dari Juragan Prana yang bertanya “Saat punya penghasilan berapa kalian siap untuk melamar cewe?“. Sebuah pertanyaan iseng tapi saya kira cukup nyangkut di hati para pria yang hidup di jaman yang semakin matere sulit. Benar saja, di bawah begitu saya periksa kolom komentar, angka-angka pun bermunculan 10 juta per bulan lah, 15 juta per bulan dan lain-lain. Meski saya percaya kalau mau melamar sih lamar saja, mau hidup sengsara dahulu ya tak apa, sekalian menge-test apakah anda punya istri yang tabah dan bisa diandalkan hehehe, mau hidup sejahtera dari awal ya syukur, toh rejeki datang dari Tuhan dan Tuhan selalu menolong.
Sehabis itu sebelum tidur saya lanjutkan membaca Bumi Manusia, dan saya menemukan hal yang masih satu tema dengan pembicaraan sebelumnya, di bab 18 ada dialog sang tokoh utama Minke dengan ibunya sebelum resepsi pernikahannya. Salah satunya yang menarik perhatian saya adalah Lima Syarat Satria Jawa yaitu wisma, wanita, turangga, kukila dan curiga.
- Wisma (Rumah), maksud rumah di sini bukan sekedar alamat, tetapi sebagai tempat untuk kembali dan kepercayaan bagi semua yang meninggali. Artinya dia harus bisa menjadi tempat bersandar dan kepercayaan bagi orang-orang di sekitarnya.
- Wanita, adalah lambang kesuburan, penghidupan dan kehidupan, kemakmuran serta kesejahteraan, seorang satria harus memandang wanita sebagai sumbu pada semua, di mana kehidupan dan penghidupan berasal. Tidak hanya kepada istri, tetapi juga pada ibu dan bagaimana kita mempersiapkan anak-anak perempuan kita.
- Turangga (Kuda), adalah lambang kendaraan, berupa ilmu pengetahuan, keterampilan, keahlian dan kemajuan. Tanpa kendaraan kita tidak akan bisa melangkah jauh dan pendek pengelihatan (mungkin di sini maksudnya adalah visi).
- Kukila (Burung), adalah lambang keindahan dan hobi, dalam melakukan sesuatu terlepas dari untuk menyambung hidup haruslah ada sebuah kepuasan batin pribadi dan menikmati segala sesuatu, sehingga kita akan menjalani hidup dengan semangat.
- Curiga (Keris), sebagai lambang kewaspadaan, kesiagaan dan keperwiraan, sebuah alat untuk mempertahankan empat hal sebelumnya agar tidak binasa
Memang tidak hanya sebatas materi saja yang kita harus punya dalam mempersiapkan diri menjadi seorang pria yang berkeluarga, tetapi juga sikap. Memang di sini erat kaitannya dengan satu etnis saja yaitu Jawa, tetapi dapat berlaku universal, dan saya yakin etnis-etnis lain pun mempunyai wejangan dan falsafah semacam ini.
Hum…dua buah pelajaran di hari yang sama. Jurangan Pran dengan ajaran moderennya dan Jurangan Pram (Pramoedya Ananta Toer) dengan ajaran kunonya (tetapi masih berguna). Terima kasih untuk kalian berdua…!!!
–
Anton Hermansyah
Futsal dan Lagu Mellow 9 Mei 2009
Posted by anhe51 in Lumayan Serius.Tags: Diari, Iseng, Tempat, Wanita
add a comment

Hari ini saya diajak ikut main futsal di Goals Fatmawati, Ini juga karena diajak si Aan, sebelumnya harus mengucapkan happy birthday to Adi Gemilang yang ultahnya jatuh di hari ini, tapi nggak ada kabarnya maupun update tentang traktiran, keasyikan pacaran kali.
Oke balik lagi ke soal futsal, asyik aja sih ada kegiatan di akhir minggu dan dunia lelaki pula (tak ada wanita kecuali ibu penjual minuman di situ –sumpah). Dasar bukan pecinta sepak bola jadi saya nggak punya sepatu futsal sama sekali, yang ada cuma sepatu sendal nggak bisa pula dipakai main, jadilah harus telanjang kaki alias Nyeker.
Tapi ternyata enak juga main futsal, biar kata teman-teman saya main kayak American Football, nabrak-nabrak orang mulu kerjaannya. Saya lari-lari terus dengan semangat seperti pejuang kita melawan penjajah….akibatnya pas pulang kaki ini pegel-pegel, dan kalau harus angkat paha rasanya sakit banget mana ditambah melepuh pula.
Yah, dua minggu lagi mesti main, kalau kabur tak beralasan di denda lima ribu katanya.
***
Hari ini dapet lagi satu lagu yang sesuai dengan theme song saya akhir-akhir ini, setelah sukses dengan Anggie – Ke Mana Kau, hari ini ada satu lagu Jazzy yang diputar di radio, setelah dicari-cari lagu itu Ariss – Biarkanlah Cinta, kayaknya sih bukan Aris Idol, wong suaranya aja beda, untuk liriknya sih begini :
Kulabuhkan hatiku hanya untuk dirinya
Tak tau mengapa aku jatuh cinta
Ku tau hati ini tak mungkin memilikinya
Kau telah berdua bahagia dengannyaReff :
Dan biarkanlah cinta
Tumbuh dan mewangi di dalam hatiku
Walaupun tak sewangi yang aku rasa
Tetapi engkau memang kucintaDan biarkanlah cinta
Menjadi teman sepi dalam perihku
Karena ku tak bisa mengungkapkan padanya
Yah lumayan lah…cocok sama tema saya akhir-akhir ini.
***
Sebagai penutup, teman saya Retha menulis cerita ini di notes Facebooknya, ini ceritanya :
Cinta dan Perkawinan
Seorang murid bertanya pada gurunya, “Apakah itu cinta?”
Sang guru menjawab, “Pergilah ke sawah dan carilah padi terbesar lalu bawalah ke sini, tetapi peraturannya adalah — kamu hanya boleh satu kali melaluinya, tidak boleh berputar lagi dan mengambilnya.
Murid itu pun pergi ke sawah dan mulai mencari padi terbesar.
Pada baris pertama dia melihat sebuah padi yang besar tetapi dia berpikir mungkin nanti dia akan menemukan yang lebih besar, kemudian dia mencari lagi dan menemukan yang lebih besar, apabila dia mencari terus mungkin ada yang jauh lebih besar lagi. Setelah dia mencari lebih dari setengah sawah dia menyadari tidak ada yang lebih besar seperti yang dia lihat sebelumnya. Dia sadar bahwa dia telah melewatkan yang paling besar dan menyesali perbuatannya.
Sang murid pun kembali dengan tangan hampa.
Sang guru menerangkan bahwa inilah cinta, kamu bersikeras mencari yang lebih baik, tetapi kemudian kamu menyadari bahwa telah melewatkan yang terbaik.
Sang murid bertanya lagi, “Jadi, apakah itu pernikahan?”
Sang guru menjawab, “Pergilah ke ladang dan carilah bonggol jagung terbesar lalu bawalah ke sini, tetapi peraturannya adalah — kamu hanya boleh satu kali melaluinya, tidak boleh berputar lagi dan mengambilnya.
Murid itu pergi ke ladang dan mencari.
Tak mau mengulangi kesalahannya, sampai di tengah ladang dia telah memetik jagung berukuran sedang yang dia rasa telah memenuhi kriterianya, lalu dia kembali kepada gurunya.
Sang guru mengatakan, “kali ini kamu kembali dengan jagung, kamu telah memilih yang baik, kamu yakin dan percaya bahwa inilah yang terbaik yang bisa didapat inilah pernikahan.”
Bersikaplah ramah pada setiap orang, tetapi lakukan yang lebih intim dengan beberapa orang dan yang beberapa itu haruslah dipahami cukup baik sebelum kamu memberikan kepercayaan padanya.
–
Anton Hermansyah
Ungkapkanlah dan Jawablah 18 Februari 2009
Posted by anhe51 in Lumayan Serius.Tags: Iseng, Wanita
1 comment so far
Bulan Februari adalah bulan yang penuh dengan cinta, mungkin saya terlalu banyak mendengar iklan perusahaan coklat
, hal itu memang wajar karena di bulan ini ada Hari Valentine, hari kasih sayang, di mana para pecinta (adakah terjemahan yang lebih baik untuk kata “lover”…?) mengekspresikan perasaan cinta mereka dengan mengirim kartu ucapan, hadiah. dan yang paling umum adalah cokelat, terutama bagi kita di Indonesia.
Seperti yang sudah dijelaskan tadi, sebenarnya kita bisa memberikan hadiah lain, tetapi rata-rata orang Indonesia lebih memilih coklat sebagai tanda cintanya, karena terpengaruh oleh tradisi Asia Timur, terutama Jepang. Maklum, barang-barang Jepang memang banyak beredar di sini, seperti komik, kartun, motor, tv, kulkas, mesin cuci (lho kok kebablasan…??), yang paling utama memang dua item yang disebutkan pertama itu. Kita sering melihat adegan komik maupun anime di mana para wanita berusaha memberikan cokelat pada para pria yang mereka sayangi.
![]()
Di Jepang terdapat pula yang namanya White Day, sebuah hari libur tepat satu bulan setelah Hari Valentine yaitu tanggal 14 Maret di mana para pria memberikan balasan untuk cokelat yang telah mereka dapatkan. Secara tradisi yang diberikan adalah cokelat putih (mungkin karena itu disebut White Day), tetapi bisa saja hadiah yang diberikan berupa dark choco atau gaun ataupun perhiasan.
So boys…prepare your answer…!!!
Fakta-Fakta
Ada tiga jenis cokelat yang diberikan :
- Tomo-choko (友チョコ), tomo (singkatan dari tomodachi) artinya teman, cokelat ini adalah hasil bertukar di antara sesama wanita sebagai lambang pertemanan.
- Giri-choko (義理チョコ), giri artinya kewajiban, coklat ini diberikan sebagai tanda hubungan rekan saja, biasanya diberikan oleh para pekerja wanita kepada para rekan kerja prianya.
- honmei-choko (本命チョコ), banggalah jika menerima cokelat ini karena cokelat ini hanya satu buah, tidak di share ke pria lain, hanya untuk seseorang yang disayang!!!
Di Korea, para pria menjawab dengan memberikan permen non cokelat, sebulan kemudian (pada 14 April), mereka (baik pria maupun wanita) yang tidak menerima apapun baik tanggal 14 Februari maupun 14 Maret merayakan Black Day, mereka pergi ke restoran, makan mi hitam dan merenungi kesendiriannya.
Awalnya semua ini adalah strategi dagang, tradisi hadiah cokelat dimulai dari Morinaga, salah satu perusahaan cokelat terbesar di Jepang, yang membuat cokelat sebagai standar hadiah dari wanita di Hari Valentine pada tahun 1960. White day sendiri dimulai oleh Asosiasi Industri Gula-Gula Nasional di Jepang pada tahun 1978. Tapi siapa yang peduli dengan itu Lovers need a momentum, and they gave it, mungkin malah kita harus berterima kasih pada mereka.
–
Anton Hermansyah











